Salam Perjuangan

31 Julai 2015

puisi: : PANTUN JENAKA PULAU PENYENGAT (buat Leo AWS)



Pulau Penyengat bukan menyengat,
ada aura ada semangat,
jauh datang mesti ingat,
Melayu suka makan pengat.

Terima berita buku baharu,
daripada Leo Darul Naim,
dalam tongkang jangan garu,
jika baca SMS Tuk Him.

Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji,
pujangga terbilang makam di sini,
asam pedas jangan dipuji,
kelak rupiah dibayar seguni.

Putar-putar naik bemo,
dua puluh lima ribu sejam bayaran,
berat kami macam sumo,
minta lebih mengaku jiran.

Dalam cendol ada tapai,
tepi laut balai adat,
tangan pendek tidak tergapai,
tangan panjang dipotong beradat.

Gadis pasentren entah di mana,
ada madrasah mengaji agama,
Pulau Penyengat hantaran istana,
usah mimpi ikut bersama.

Bertenang jangan asyik terkenang,
bersabar saat menanti debar,
masa lalu berkuak renang,
masa sekarang di dalam gebar.



DR RAJIEE HADI,
Pulau Penyengat, Riau, lndonesia.
28 Jun 2012.




Tiada ulasan: